Home » Artikel »

Kiat Efektif Ketika Orangtua Mengatasi Sembelit pada Anak

Kiat Efektif Ketika Orangtua Mengatasi Sembelit pada Anak

Kiat Efektif Ketika Orangtua Mengatasi Sembelit pada Anak

Artikel


Sudah 3 hari Si Kecil tidak buang air besar. Ia terlihat tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Apa yang harus Bunda lakukan? Salah satu indikator kesehatan tubuh Si Kecil adalah kebiasaan buang air besarnya. Seringkali Ayah dan Bunda bertanya-tanya saat Si Kecil mengalami kesulitan buang air besar, apakah ini adalah gejala normal? Atau harus curiga mengenai adanya masalah kesehatan? Untuk mengetahui apabila Si Kecil mengalami sulit buang air besar cukup mudah. Apabila ia tidak buang air besar setidaknya tiga kali seminggu, maka besar kemungkinan Si Kecil sedang mengalami konstipasi atau sembelit. Ciri lainnya adalah tekstur feses yang keras dan sulit keluar. Atau ketika ia mengeluarkan kotoran yang terlihat seperti bongkahan kecil dan keras. Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan karena menjadi pemicu kesulitan buang air besar pada anak:

  • Si Kecil sering menahan keinginan buang air besar Biasanya hal ini disebabkan oleh anak enggan buang air besar di tempat tertentu karena toilet training belum lancar atau memiliki pengalaman buruk saat buang air besar misalnya merasa nyeri ketika buang air besar sebelumnya.
  • Si Kecil kurang konsumsi makanan berserat Serat dalam makanan mempermudah pergerakan makanan ketika dicerna oleh usus dan menyerap air ke dalam makanan, sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan dari tubuh.
  • Si Kecil kurang konsumsi air minum atau dehidrasi Kedua kondisi ini menyebabkan tubuh menyerap air lebih banyak dari makanan bahkan dari produk sisa hasil pencernaan. Akibatnya feses menjadi keras, kering, dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Si Kecil kurang beraktivitas fisik Pergerakan tubuh turut membantu melancarkan proses pencernaan, sehingga bila anak jarang beraktivitas, saluran pencernaannya dapat ikut terganggu.
  • Si Kecil memiliki kondisi medis tertentu Kondisi medis tertentu dapat berkontribusi kepada terjadinya sembelit pada anak. Pada bayi usia di bawah 6 bulan, biasanya beberapa penyebabnya adalah kelainan organ saluran cerna sejak lahir, alergi susu sapi, kadar kalsium terlalu tinggi dalam darah (hiperkalsemia), hipotiroidisme (kurangnya produksi kelenjar tiroid), penyakit hirschprung, dan kelainan sumsum tulang belakang. Beberapa kondisi medis lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit atau susah buang air besar, antara lain keracunan makanan, alergi makanan, atau alergi susu sapi.
Lantas apa yang harus Bunda lakukan untuk mengatasi sembelit yang telanjur terjadi? Bunda bisa terapkan kiat berikut untuk memperbaiki pencernaan Si Kecil serta mencegah terjadinya sembelit di kemudian hari:
  • Pastikan Si Kecil banyak mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah. Bila ia sering mengalami sembelit, batasi konsumsi makanan rendah serat, seperti daging dan produk susu seperti keju. Contoh makanan yang baik untuk diberikan adalah:
    • Sup sayuran atau kacang dengan roti
    • Bubur atau sereal gandum
    • Buah dan sayuran dalam potongan kecil
    • Nasi merah
    • Yogurt
  • Perbanyak konsumsi cairan untuk membilas saluran cerna dan melunakkan feses. Cairan terebut dapat berupa air mineral atau susu.
  • Biasakan agar Si Kecil mempunyai jadwal buang air besar. Anjurkan supaya ia membiasakan diri buang air besar pada pagi hari dan setelah makan.
  • Bantu dengan obat pelunak feses dan melancarkan pencernaan. Obat jenis ini hanya dapat diberikan atas anjuran dan resep dokter.
Jika Bunda sudah melakukan kiat-kiat di atas namun belum ada perubahan, terdapat gejala lain seperti penurunan berat badan, BAB berdarah, atau tidak ada nafsu makan, segera berkonsultasi ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut.

Artikel Terkait