Home » Artikel »

Benarkah Pijat Bayi Bisa Meningkatkan Berat Badan Si Kecil?

Benarkah Pijat Bayi Bisa Meningkatkan Berat Badan Si Kecil?

Benarkah Pijat Bayi Bisa Meningkatkan Berat Badan Si Kecil?

Artikel


Pijat bayi merupakan terapi yang sangat disarankan dilakukan karena memberikan banyak manfaat untuk kesehatan Si Kecil. Manfaat pijat bayi antara lain memberikannya perasaan aman dan dicintai, mengurangi gejala kolik, menenangkan sehingga ia lebih mudah tidur, meredakan rasa tidak nyaman saat ia sakit gigi, dan lainnya. Bahkan, ada juga yang bilang kalau pijat bayi bisa berdampak pada bertambahnya berat badan Si Kecil. Apakah itu benar? Banyak hasil penelitian menyebutkan bahwa pijatan membawa pengaruh positif terhadap berat badan bayi, terutama yang lahir prematur.  Pemijatan meningkatkan aktivitas vagal (aktivitas persarafan) tubuh, sehingga turut memicu pelepasan hormon yang berperan dalam penyerapan makanan, seperti hormon gastrin dan insulin, dan secara tidak langsung meningkatkan nafsu makan dan berat badan bayi. Ada juga teori lain yang menyebutkan bahwa pemijatan pada seluruh tubuh bayi dapat meningkatkan sirkulasi darah dan kelenjar getah bening, termasuk ke saluran pencernaan Si Kecil. Hal tersebut melancarkan sistem pencernaan dan membantu penyerapan zat gizi oleh jaringan. Menurut studi yang dilakukan di Bali (Bali NN et al., 2011) yang ditayangkan di dalam Jurnal Kesehatan Anak Indonesia, memerlihatkan adanya perbedaan kenaikan berat badan yang signifikan antara bayi lahir cukup bulan yang diberikan stimulasi pemijatan dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima stimulasi pemijatan. Pemijatan dilakukan pada bayi yang baru lahir selama 15 menit per hari, dalam kurun waktu 4 minggu. Perbedaan kenaikan berat badan terlihat pada saat usia bayi menginjak 4 minggu. Bunda tertarik melakukan stimulasi pijat bayi pada Si Kecil? Silakan simak panduannya berikut ini:

  • Pijat dapat dilakukan segera setelah Si Kecil lahir
  • Pilih waktu pijat di saat ia sedang tenang. Misalnya di antara waktu menyusui.
  • Tunggu setidaknya 45 menit setelah ia selesai menyusu atau makan baru Bunda bisa memulai sesi pijat
  • Bunda bisa menggunakan minyak untuk melancarkan proses pemijatan. Gunakan yang cocok dengan kulit Si Kecil, misalnya baby oil, minyak telon, atau minyak nabati lainnya
  • Letakkan bayi dengan posisi telentang saat Anda memijat bagian depan bayi, lalu tengkurap saat memijat bagian belakang.
  • Pijat bayi dengan lembut namun tegas dengan telapak tangan atau jari. Pijat dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki, lalu kembali ke atas pada bagian punggung.
  • Bayi baru lahir bisa menerima pijatan selama dua sampai lima menit, sementara bayi berusia lebih dari dua bulan dapat dipijat lebih lama.
  • Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.
  • Lakukan kontak mata dengan bayi, karena akan membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh.
  • Hindari mengoleskan minyak pada kepala atau wajah Si Kecil. Jaga agar minyak tidak terkena jemarinya karena Si Kecil cenderung menempatkan jari di mulut atau mata, sehingga dapat menyebabkan iritasi.
  • Hindari memijat ruam, luka atau daerah di mana bayi mendapat suntikan vaksinasinya.
Pijat bayi memiliki segudang manfaat baik untuk Si Kecil maupun orangtua, baik secara psikologis maupun untuk pertumbuhan fisik. Sentuhan adalah bahasa pertama antara orangtua dan Si Kecil yang dapat mempererat hubungan keduanya. Dan jika Bunda ingin tahu lebih banyak mengenai Pijat Nafsu Makan Bayi, silakan simak video ini.

Artikel Terkait