Home » Artikel »

Apakah Ruam Merah Selalu Pertanda Biang Keringat pada Anak?

Apakah Ruam Merah Selalu Pertanda Biang Keringat pada Anak?

Apakah Ruam Merah Selalu Pertanda Biang Keringat pada Anak?

Artikel


Hati siapa yang tidak terenyuh bila lihat Si Kecil yang semula ceria menjadi rewel karena tidak nyaman akibat biang keringat. Biang keringat—atau istilah medisnya, miliaria—adalah ruam kecil berwarna merah dan menonjol, terasa gatal, serta bisa menyebabkan sensasi menyengat atau perih pada kulit yang muncul sebagai akibat tersumbatnya kelenjar keringat. Biang keringat dapat muncul pada semua area kulit terutama wajah, leher, punggung, dada, dan paha. Biasanya biang keringat muncul setelah kulit terekspos suhu panas. Ketika Si Kecil mengalami masalah kulit seperti bintil atau ruam tentu Bunda bertanya-tanya, sebenarnya itu biang keringat, alergi atau infeksi. Diagnosis pasti tentu harus dilakukan oleh dokter setelah dilakukan pemeriksaan langsung. Namun demikian, Bunda bisa mencari tahu perbedaan antara keduanya. Manifestasi alergi yang timbul pada kulit umumnya berupa urtikaria atau biduran, hingga berupa dermatitis atopik atau eksim. Seperti biang keringat, alergi juga dapat dipicu oleh udara panas atau keringat. Biasanya pada kasus alergi, keluhan akan didahului oleh paparan terhadap alergen, misalnya bulu binatang, debu, hingga makanan tertentu. Sementara itu pada biang keringat, penyebabnya adalah sumbatan pada kelenjar keringat, dengan beberapa karakteristik berikut:

  • Bintil kecil gatal dan menyengat
  • Biang keringat muncul apabila seseorang berkeringat lebih banyak dari biasanya, seperti pada suhu udara panas atau lembap dan iklim tropis
  • Umumnya timbul pada area yang tertutup pakaian, di mana panas yang terjebak pada permukaan kulit memicu keringat keluar lebih banyak, sehingga kelenjar keringat rentan tersumbat dan keringat tidak dapat keluar sebagaimana mestinya.
  • Kurangnya kebersihan tubuh, seperti frekuensi mandi yang jarang, akan mempermudah penumpukan kotoran di permukaan kulit, sehingga kelenjar keringat rentan tersumbat
  • Bayi lebih berisiko mengalami biang keringat, karena kelenjar keringat mereka belum berkembang sempurna
Ruam serupa juga dapat menandakan adanya penyakit lain seperti infeksi virus atau bakteri. Tetapi ruam tersebut sering kali disertai gejala khas dari infeksi yaitu demam, atau gejala lain seperti batuk, pilek, gangguan pencernaan, dan lain-lain. Untuk menangani biang keringat, Bunda bisa menerapkan cara-cara berikut ini:
  • Atasi penyebab. Hindari suhu panas dengan menjaga permukaan tubuh tetap dalam suhu normal. Contohnya dengan berada di dalam ruangan ber-AC atau kipas angin, mandi air yang sejuk, atau menggunakan kompres dingin tidak lebih dari 20 menit.
  • Pakaikan anak baju yang longgar, berbahan lembut, ringan, seperti katun agar keringat mudah terserap. Hindari pakaian berbahan sintetis.
  • Pastikan Si Kecil cukup mendapat cairan agar ia terhindar dari dehidrasi
  • Hindari suhu yang terlalu panas atau terlalu lembap. Ketika berada di luar ruangan, gunakan alat pelindung seperti topi atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari.
  • Gunakan lotion dengan kandungan kalamin karena dapat membantu mengurangi gatal dan nyeri akibat kulit yang iritasi.
Apabila gejala yang dialami Si Kecil tidak dapat diatasi dengan cara di atas atau muncul keluhan lain seperti timbul nanah, bengkak, dan ruam meluas segera periksa ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lanjutan mengenai kemungkinan penyebab lainnya. Bila perlu, dokter mungkin juga akan memberikan obat-obatan dengan resep, seperti krim yang mengandung hidrokortison dosis rendah untuk mengurangi peradangan pada kulit atau obat yang mengandung antihistamin yang dapat membantu mengurangi rasa gatal.

Artikel Terkait