Tips Inspiratif Cara Menyimpan MPASI Rumahan Agar Higienis
Tips Inspiratif Cara Menyimpan MPASI Rumahan Agar Higienis

6 - 9 Bulan


Si Kecil sudah memulai perjalanan mengenal makanan pendamping? Salah satu yang menjadi kekhawatiran para Bunda adalah metode penyimpanannya. Pemberian makanan pendamping untuk Si Kecil bisa menggunakan makanan yang dibuat sendiri di rumah atau juga dengan memberikannya makanan bayi instan. Umumnya, MPASI buatan sendiri dibuat dalam jumlah banyak kemudian disimpan di kulkas hingga waktu pemberian tiba. Bunda tak perlu khawatir nutrisi MPASI akan berkurang karena penyimpanan. Hal tersebut dapat diatasi jika Bunda tahu bagaimana caranya menyimpan makanan bayi secara higienis. Apa saja yang perlu diperhatikan ketika ingin menyimpan MPASI? Simak poin di bawah ini: Menyimpan MPASI

  • Untuk MPASI buatan sendiri, Bunda bisa menyimpannya menggunakan wadah plastik BPA free yang dilengkapi tutup. Bunda juga bisa menggunakan cetakan es batu.
  • Jangan gunakan wadah kaca karena rentan pecah mendadak.
  • Sebaiknya gunakan wadah berukuran kecil atau sedang, sesuai porsi makan Si Kecil.
  • Setelah makanan selesai dimasak, dinginkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dimasukkan ke wadah dan dibekukan.
  • Untuk MPASI instan, pastikan setelah kemasan dibuka, makanan dimasukkan dalam wadah atau stoples kedap udara dan simpan di tempat yang kering untuk menjaga kebersihannya.
  • Jangan lupa untuk memberikan label berisi keterangan jenis makanan, tanggal serta jam pembuatan. Hal ini berlaku juga untuk MPASI instan, beri label keterangan tanggal makanan dikeluarkan dari kemasannya.
  • Makanan yang disimpan dalam lemari pendingin (pintu bawah) harus dikonsumsi maksimal 48 jam setelah dimasak.
  • Durasi maksimal penyimpanan MPASI di dalam freezer adalah 1 bulan.
  • Sedangkan untuk MPASI instan yang sudah dibuka kemasannya sebaiknya habis dikonsumsi paling lama dua minggu.
Memanaskan MPASI
  • Cairkan makanan terlebih dahulu dengan menurunkan makanan dari freezer ke dalam kulkas bawah.
  • Cairkan makanan dengan melelehkannya dalam wadah berisi air panas.
  • Pencairan makanan juga dapat dilakukan dengan menggunakan steamer atau pemanas elektrik
  • Jika Bunda menggunakan microwave, aduk makanan terlebih dahulu sebelum diberikan, karena memanaskan dengan microwave membuat makanan tidak panas merata.
Sebelum makanan diberikan pada Si Kecil, pastikan untuk mengecek suhu makanan agar lidah dan mulutnya tidak terkena panas. Di bawah ini adalah poin-poin yang harus diperhatikan saat menyimpan MPASI:
  • Jangan menyimpan kembali sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi Si Kecil. Bekas air liurnya bisa menjadi asal mula berkembangnya bakteri.
  • Makanan yang sudah dihangatkan sebaiknya segera dikonsumsi, jangan meninggalkan makanan lebih dari 1 jam
  • Jangan membekukan kembali makanan yang sudah dihangatkan karena rentan akan pertumbuhan bakteri
Selamat mencoba!

Artikel Terkait