Gizi pada Anak di 1000 Hari Pertama Menentukan Masa Depan!

6 - 9 Bulan


Tahukah Bunda bahwa masa depan Si Kecil telah ditentukan dari asupan gizi yang ia terima sejak terjadinya pembuahan di dalam kandungan? Menurut Direktorat Kesehatan Gizi dan Masyarakat Bappenas, periode emas terjadi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) Si Kecil. Periode ini dimulai sejak terjadinya pembuahan hingga Si Kecil menginjak usia 2 tahun. Jika periode emas ini tidak dimanfaatkan dengan baik maka tumbuh kembang Si Kecil tidak optimal. Hal tersebut membuat Si Kecil berisiko memiliki kerusakan permanen pada tubuhnya.

Ancaman utama periode emas anak adalah kurang gizi. Menurut data yang dirilis WHO, malnutrisi atau kurang gizi adalah penyebab kematian 2.6 juta anak setiap tahunnya di seluruh dunia. Dan pada 2010, tercatat 171 juta anak berusia di bawah 5 tahun mengalami gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi.

Jika pada periode emas Si Kecil tidak mendapat asupan gizi yang cukup, ia berisiko memiliki gangguan fisik dan kognitif. Menurut Prof. dr. Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH dari Universitas Indonesia, salah satu risiko yang bisa terjadi akibat malnutrisi pada periode emas adalah terhambatnya pertumbuhan fisik Si Kecil sehingga ia mengalami stunting. Stunting adalah kondisi di mana anak bertubuh pendek untuk ukuran usianya, biasanya terjadi sebelum Si Kecil berusia 2 tahun. Risiko lainnya adalah tidak optimalnya perkembangan motorik serta gangguan fungsi kognitif.

Apa yang bisa Bunda lakukan agar Si Kecil mendapatkan proses tumbuh kembang yang optimal pada masa kritis pertumbuhannya? Simak poin berikut ini:

Masa Kehamilan:

  • Bunda harus mendapatkan asupan zat besi, asam folat, dan protein yang cukup. Manfaat kecukupan nutrisi ini antara lain menunjang pembetukan plasenta serta mendukung perkembangan otak janin.
  • Selain itu, perhatikan juga asupan iodium karena salah satu manfaat iodium adalah untuk mencegah penyakit Kretinisme, kelainan pada struktur otak yang dapat mengakibatkan keterbelakangan mental.
  • Waspada terhadap cacingan dan malaria karena berpotensi menyebabkan anemia yang dapat mengakibatkan perkembangan janin terhambat.
Masa Menyusui dan Anak berusia 0-23 bulan:
  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.
  • Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk anak berusia lebih dari 6 bulan.
  • Memberikan imunisasi dasar lengkap, yaitu hepatitis B, BCG, polio, DPT, campak.
  • Memberikan perlindungan terhadap cacingan dan malaria.
  • Pemberian suplementasi zat besi, vitamin A, penggunaan garam beriodium dan pemberian zinc untuk diare.
Saat Si Kecil berusia 6 bulan hingga 2 tahun, berikanlah ASI yang didampingi oleh makanan pendamping. Momen makan pertama Si Kecil akan memberikan banyak manfaat, antara lain penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa serta tekstur makanan, mengurangi risiko alergi, meminimalkan peluang Si Kecil menjadi susah makan di kemudian hari dan mudah beradaptasi dengan makanan baru.

Bunda perlu mencermati makanan pendamping apa yang sebaiknya diberikan kepada Si Kecil. MPASI yang dianjurkan antara lain:
  • Bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan menggunakan air atau kaldu daging atau sayuran.
  • Sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang direbus kemudian dihaluskan. Sayuran dan kacang tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, kacang hijau.
  • Buah-buahan yang dihaluskan seperti pepaya, pisang, apel, melon, dan alpukat.
  • Daging sapi pilihan yang tidak berlemak.
  • Ikan yang digunakan sebaiknya yang tidak berduri, seperti daging dari ikan kakap yang segar, ikan gindara, dan ikan salmon.
Si Kecil yang mendapat cukup gizi selama Periode Emas, termasuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD) langsung setelah bayi dilahirkan, ASI Eksklusif sejak usia 0-6 bulan, imunisasi lengkap, dan gizi cukup dengan MPASI setelah usia 6 bulan, akan tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas.

Leave a comment

Artikel Terkait