Apa Penyebab dan Solusi Ketika Anak Muntah Sehabis Makan?

12 Bulan +


Muntah adalah hal yang mungkin sering dialami oleh Si Kecil, terutama setelah makan. Muntah merupakan suatu gejala, bukan penyakit. Muntah terjadi akibat peningkatan refleks pada sistem saluran cerna sehingga makanan atau minuman yang masuk ke lambung keluar kembali melalui mulut. Muntah yang dialami oleh Si Kecil ada yang masih dalam batas normal, namun sebaiknya dicari penyebabnya karena bisa jadi ia memiliki kondisi yang tidak normal.

Untuk Si Kecil yang baru dilahirkan, muntah mungkin terjadi karena saluran cernanya masih beradaptasi dengan proses pemberian makanan. Penyebab yang umum adalah volume makanan yang terlalu banyak sehingga membuat lambung Si Kecil penuh yang memicu refleks muntah. Muntah juga dapat disebabkan oleh menangis terlalu lama atau batuk.

Sering muntah berpotensi membuat Si Kecil dehidrasi, oleh karena itu pastikan Bunda memerhatikan asupan cairannya. Kenali tanda-tanda dehidrasi dan berikan larutan gula-garam jika diperlukan. Apabila Si Kecil muntah berulang kali, segera bawa periksa ke dokter spesialis anak agar bisa mendapatkan pemeriksaan langsung dan penanganan optimal.

Seiring usianya bertambah, muntah pada Si Kecil lebih sering disebabkan karena suatu infeksi. Biasanya, muntah akibat infeksi terjadi lebih dari satu kali dan disertai gejala lain seperti demam. Infeksi penyebab muntah pada Si Kecil antara lain:

  • Infeksi saluran cerna, biasanya disertai dengan gejala perut kembung dan diare
  • Infeks telinga, biasanya disertai dengan gejala demam, batuk-pilek, dan nyeri pada telinga
  • Infeksi saluran nafas, biasanya disertai dengan gejala demam dan batuk-pilek
  • Infeksi saluran kemih, biasanya disertai dengan gejala demam
Penyebab muntah lainnya adalah alergi makanan. Alergi tidak dapat disembuhkan, yang Bunda bisa lakukan adalah menjaga agar reaksi alergi tidak muncul. Caranya dengan berhenti mengonsumsi makanan pemicu alergi.

Kemungkinan berikutnya adalah terkontaminasinya makanan Si Kecil oleh bakteri atau zat berbahaya sehingga ia mengalami keracunan. Pastikan Bunda berhati-hati dalam memilih dan mengolah makanan yang diberikan pada Si Kecil. Bahan makanan haruslah bersih dan aman untuk dikonsumsi.

Apabila Si Kecil berulang kali muntah dan disertai gejala-gejala lainnya atau Bunda curiga ia mengalami reaksi alergi atau keracunan makanan, segera bawa Si Kecil ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menemukan kemungkinan adanya masalah lain yang memerlukan penanganan khusus dan akan memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Hal yang paling penting untuk dilakukan di rumah adalah menjaga agar Si Kecil tidak mengalami dehidrasi dengan memerhatikan asupan cairannya. Berikan minum kepada Si Kecil setiap kali muntah secara perlahan untuk mengembalikan cairan tubuhnya yang hilang.

Leave a comment

Artikel Terkait