2 Kunci Utama Anak Merangkak Optimal di Waktu yang Tepat

12 Bulan +


Salah satu aspek penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil adalah perkembangan kemampuan motoriknya. Perkembangan motorik Si Kecil dibagi menjadi dua, yaitu perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar terdiri dari kemampuan menahan kepala, berguling dengan perut, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari. Sedangkan perkembangan motorik halus terdiri dari kemampuan memegang benda, mengambil benda, memindahkan benda dari tangan ke tangan, mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk, menumpuk benda, mencoret-coret, dan menulis.

Merangkak merupakan tahap perkembangan motorik kasar Si Kecil. “Merangkak adalah pencapaian besar untuk Si Kecil karena hal tersebut adalah awal ia bisa bergerak secara mandiri,” ujar Rallie McAllister, MD, penulis pendamping dari The Mommy MD Guide to Your Baby’s First Year. Si Kecil akan belajar mengenai konsep ruangan karena merangkak akan membantunya mengeksplorasi lingkungan serta memperoleh sendiri benda yang diinginkannya. Dr. McAllister menambahkan, “Merangkak membuat Si Kecil mengasah kemampuan navigasi dan menghafal hal-hal yang ada di sekitarnya.” Umumnya merangkak dapat dilakukan Si Kecil pada usia 6-10 bulan.

Ada dua kunci utama yang harus dibantu oleh Bunda agar Si Kecil merangkak dengan baik dan pada waktu yang tepat, yaitu:

Kesehatan sistem organ dan nutrisi
Si Kecil harus memiliki kesehatan seluruh sistem organ tubuh terutama sistem otot, tulang, saraf, dan penglihatan yang prima. Perkembangan motorik Si Kecil juga ditunjang oleh asupan nutrisi baik. Merangkak membutuhkan koordinasi tubuh dan pikiran. Otot punggung, leher, bahu, lengan, dan perut harus kuat menopang bobot tubuh Si Kecil serta membantunya menjaga keseimbangan. Penglihatannya pun memegang peran penting. Apabila Si Kecil terlalu kurus atau mengalami kurang gizi, maka ia berpeluang akan mengalami keterlambatan perkembangan motorik, dalam hal ini merangkak. Si Kecil yang terlalu gemuk juga akan menemui kesulitan memertahankan keseimbangan saat merangkak.

Stimulasi yang cukup
Agar Si Kecil dapat merangkak dengan baik dan tepat waktu, ia harus mendapatkan stimulasi yang cukup. Bunda dapat memulai stimulasi merangkak saat Si Kecil sudah bisa duduk sendiri. Tarik perhatian Si Kecil dengan menggunakan benda-benda yang ia sukai dari jarak yang tidak bisa dijangkau dari posisi duduk.
Saat awal Si Kecil belajar merangkak, Ayah dan Bunda dapat membantunya dengan memegangi perut dan dadanya untuk memertahankan posisi serta menjaga keseimbangannya. Longgarkan pegangan tersebut secara perlahan hingga akhirnya betul-betul dilepas agar Si Kecil mampu bergerak, memertahankan posisi, dan mengoordinasikan gerakannya saat merangkak.
Setelah dapat merangkak sendiri, Bunda bisa memberikan stimulasi berupa benda yang jaraknya lebih jauh dari sebelumnya sehingga Si Kecil harus merangkak lebih jauh dan menempuh medan yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Bunda juga dapat menstimulasi dengan bermain petak umpet sederhana. Caranya, posisikan diri Bunda di ruangan berbeda dengan Si Kecil kemudian panggil namanya. Ini akan menstimulasinya merangkak mencari dan menuju tempat Bunda.
Ingatlah, dengan nutrisi dan stimulasi yang baik, tahap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil dapat terjadi dengan optimal.

Leave a comment

Artikel Terkait